
Kisah tentang itik buruk rupa menjadi burung yang cantik banyak menginspirasi kisah cinta seorang gadis jelek. Misalkan, film Hollywood kita bisa liat contoh Miss Congeniality yang menceritakan kisah polisi wanita yang jelek dari kecil untuk mengikuti Kontes Kecantikan Miss USA demi menyelidiki ancaman pengeboman. Kemudian di telenovela juga ada kisah Betty La Fea yang menceritakan perjalanan komedi romatis sekretaris di perusahaan mode Amerika Selatan. Jepang pun tidak ketinggalan, tapi Jepang mengambil sisi yang menarik. Kali ini si “Itik Buruk Rupa” tidak digambarkan dengan wanita yang jelek, tetapi wanita dengan penampilan dan kelakuan horror, membuat orang yang didekatnya merasakan bulu keteknya bediri.
Dalam rumah kos-kosan megah di pelosok Tokyo Jepang, tinggalah empat Pemuda Keren yaitu Takano Kyohei, Toyama Yukinojo, Oda Takenaga, Morii Ranmaru. Mereka hidup bersama dengan bahagia disana. Mereka diurus oleh anak pemilik rumah kos-kosan itu yang baru berumur 5 tahun bernama Takeru (menobatkan dirinya sendiri sebagai manager kosan). Sementara pemilik kosannya adalah ibu-ibu paruh baya yang jarang ada di rumah kos-kosan, karena hobinya keliling dunia mencari suami baru (Suami terdahulunya sudah meninggal). Kedamaian mereka tidak berlangsung selamanya. Pada suatu malam, tiba-tiba lampu rumah mati, bulan ditutupi awan kelam, guntur menggelegar di langit, seiring fenomena alam yang lebay itu, munculah seorang wanita berjubah hitam, mengetuk pintu depan, membuat seluruh penghuni ketakutan. Siapakah Hantu ini? Ternyata pembaca ….dia bukan lah hantu, melainkan housekeeper baru, yang ternyata adalah keponakan ibu kosan dan namanya adalah Sunako (nyerempet ke nama Sadako, ikon horror yang popular di Jepang). Menurut pesan dari Ibu kosan, mulai saat itu urusan rumah tangga rumah akan diurus Sunako, dan tidak hanya, itu ibu kosan berpesan kepada empat pemuda itu untuk mengubah Sunako menjadi seorang wanita yang anggun bak seorang Putri (intinya mengubah Penyihir menjadi Putri Salju). Apabila terlaksana dengan baik, maka mereka dibebaskan dari bayar uang kos selama di situ, bila tidak harga kosan akan dari menjadi berkali-kali lipat.
Karakter
Nakahara Sunako (Oomasa Aya)

Gadis yang suka memakai jubah dan kerudung hitam ini pintar sekali mengurus urusan rumah tangga seperti laundry dan masak (walaupun dia melakukannya dengan cara yang agak sedikit horror). Orangnya juga pemalu dan agak tertutup. Selain itu dia orang yang setia kawan dan peduli sesama. Hal yang disukainya adalah nonton film horror, mengoleksi item tengkorak serta alat penyiksaan abad pertengahan, dia juga suka curhat sama boneka rangka tubuh manusia (boneka yang suka ada di kelas biologi yang memperlihatkan isi tubuhnya seperti jantung, hati, usus, lambung, dsb) dia punya tiga boneka dan diberi nama Hiroshi, Akira dan Josephine. Hal yang tidak disukainya adalah lelaki tampan.
Takano Kyohei (Kamenashi Kazuya)

Penghuni kosan paling bungsu. Penggemarnya paling banyak hampir di seluruh pelosok Tokyo, bahkan ada banyak majalah wanita menyediakan page khusus yang menceritakan kegiatan Kyohei sehari-hari (kebanyakan foto yang didapat di majalah adalah hasil foto paparazzi yang merangkap fans beratnya Kyohei). Daripada dapat untung malah dapat buntung. Karena ulah fans nya, dia tidak langgeng kalo bekerja part time (keganggu ma fans). Makanya dia sering dapat masalah keuangan. Oleh karena itu dialah yang paling kuat tekadnya untuk mengubah Sunako menjadi seorang wanita menawan demi hadiah kosan gratis. Julukan diantara wanita adalah, “Pria yang paling Saya inginkan melototi Saya dari balok es yang membeku”
Toyama Yukinojo (Tegoshi Yuya)

Penghuni kosan yang wajahnya paling mirip cewek (bahkan beberapa adegan dia menjadi cewek dan cantik sekali, tapi ya stigma cewek di Jepang semakin cantik tu cowok ya semakin laku). Orangnya ramah dan suka menyelamatkan Sunako dari penjajahan Kyohei. Julukan diantara wanita adalah, “Pria yang paling Saya ingin Liat kalo dia sedang tidur” .
Oda Takenaga (Uchi Hiroki)

Penghuni kosan yang paling berpikiran waras dan pintar. Dia adalah orang yang paling berkepala dingin saat ada masalah. Namun kadang-kadang terpaksa ikut kelakuan norak teman-teman satu kosannya. Dia juga adalah pewaris sekolah Ikebana (Seni merangkai bunga) populer di Jepang. Julukan diantara wanita adalah, “Pria yang paling Saya ingin Intip kalo dia sedang berendam”.
Morii Ranmaru (Miyao Shuntaro)

Penghuni kosan yang paling playboy. Kebanyak dia menjalin hubungan dengan ibu-ibu yang haus kasih sayang. Kadang dia menggajak Sunako untuk ikut dia ke klub malam dalam usahanya merubah Sunako menjadi wanita anggun, namun usahanya selalu gagal. Julukan diantara wanita adalah, “Pria yang paling Saya inginkan Ditipu olehnya”.
Nakahara Takeru (Kato Seishiro)

Manager Kosan. Setiap episode serial ini selalu dibuka oleh narasi dari anak ini. Dibalik keceriaannya sebagai anak kecil dia selalu merindukan keberadaan keluarga di sekitarnya. Anak kosan dan Sunako sering menjadi penghibur di saat sepi.
Nakahara Mine (Takashima Reiko)

Hobinya kencan dengan orang-orang kaya di berbagai dunia. Sebenarnya masih mengingat suaminya yang meninggal akibat penyakit Alzheimer. Walaupun terlihat cuek, dia sangat peduli dengan kebahagiaan seluruh penghuni kosan rumahnya
Kasahara Noi (Kanbe Ranko)

Teman sekampus penghuni kosan. Kadang suka datang ke kosan lewat jendela (karena di gerbang depan penuh dengan fans nya Kyohei). Dari awal cerita kelihatan kalo dia suka sama Takenaga.
Sinichi (Osugi Ren)

Pemilik kedai tempat penghuni kosan nangkring. Kadang suka berkelahi dengan Kyohei. Dia selalu menilai orang dari sudut pandang psikologi kriminal, mungkin dia dulunya polisi.
Closing
Serial ini lumayan enak untuk dinikmati. Banyak adegan lucunya. Memang menurut saya pribadi, pemerannya kurang menghayati adegan lebaynya sehingga kelucuannya sedikit berkurang, kemudian agak ke akhir episode, ada beberapa cerita yang menurut L, gak penting untuk dimasukan ke jalan cerita. Tetapi perlu kalian ketahui serial ini dapat banyak penghargaan bergengsi di tahun ini seperti 13th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Winter 2010): Best Drama, 13th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Winter 2010): Best Actor: Kamenashi Kazuya, 13th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Winter 2010): Best Supporting Actress: Oomasa Aya. Jadi serial ini sudah diakui kehebohannya di Jepang.
2 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal


hihi bagus euy reviewannya.. langsung lari ke sini tadi, hehehe.. XD
ya sayangnya saya belom nonton ini nih, ga dapet2 terus DVDnya, donlod juga ga jadi terus.. doakan smoga saya juga bisa nonton ya senpai..
mou ikkai, arigatou.. ^^
Yah….makanya gaul neng aru