Valkyria

index_lo

Valkyria Pada tahun 1935 benua Eropa di dominasi oleh dua kekuatan besar yaitu kekuasaan Kerajaan Autokrat Eropa Timur dan dan Negara Demokrasi Atlantic Federation. Sumber Energy yang dipakai dalam cerita ini bukanlah minyak bumi seperti sekarang, tetapi batu mineral Ragnite. Saat Kerajaan Autokrat Eropa Timur mengalami krisis batu mineral Ragnite, maka mereka memutuskan untuk menginvasi daerah lain menuju ke perbatasan barat yang berdekatan dengan Atlantic Federasi. Maka daerah Gallia, salah satu negara bebas (non blok) menjadi sasaran invasi tersebut.

Terbentuklah suatu angkatan militer dari pihak Gallia itu sendiri untuk mencegah penjajahan di negeri mereka. Terbentuklah beberapa Squad yang beranggotakan beberapa orang, baik yang mahir perang maupun orang amatiran yang bersedia untuk menjadi prajurit. Welkin Gunther seorang mahasiswa jurusan Sosiologi Binatang turut bergabung dengan squad ini, dengan kemampuan Taktiknya dia membantu Tim Squad meraih kemenangan dalam perang. dalam prosesnya ternyata tidak hanya berkutat dalam hal action perang saja tetapi juga percintaan dan isu kemanusiaan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Higurashi no Naku Koro ni

intro1

Pada bulan Juni tahun 1983, terjadilah suatu peristiwa mengenaskan. Di sebuah kamar dalam kegelapan malam, seorang pemuda dengan tongkat baseball menghajar dua perempuan berseragam sekolah sampai mati. Tongkat tersebut dihantamkannya dengan sekuat tenaga berkali-kali ke kepala, tangan, dan kaki korban hingga bersimbah darah dan meremukkan tulang mereka. Selesai dengan korbannya, dengan napas terengah-engah, ia berdiri dengan wajah seram seperti kesetanan.

Di pagi hari yang cerah Maebara Keiichi bangun dari tidurnya dan bersiap-siap ke sekolah. Keluar dari rumah ia bertemu dengan Ryuuguu Rena yang tampaknya selalu menunggu Keiichi setiap pagi. Rena terlihat sangat manis dengan seragamnya. Kemudian Keiichi bercerita bahwa ia baru pindah ke desa itu yang bernama Hinamizawa sebulan yang lalu.

Dalam perjalanan menuju ke sekolah, bertemulah mereka dengan Sonozaki Mion. Mion tampak tomboi dan kasar. Rupanya Mion adalah kakak kelas Keiichi dan Rena. Sesampainya di sekolah mereka belajar dalam satu kelas. Karena letaknya di desa terpencil, sekolah tersebut hanya memiliki satu kelas dengan satu guru yang mengajar murid dari kelas 1 SD hingga kelas 6 SD.

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Rena dan Mion mengajak Keiichi untuk berjalan-jalan di sekitar desa tersebut besok. Mereka ingin memperkenalkan lingkungan di sekitar desa tersebut. Keesokan harinya mereka pergi ke kuil dan berpiknik di halamannya.

Lalu datang dua anak dari kelasnya yang bernama Furude Rika dan Hokujo Satoko. Dilihat dari fisiknya, mereka sepertinya adik kelas Mion, Rena dan Keiichi. Selesai jalan-jalan hari sudah senja, mereka semua berpisah. “Sayang sekali sudah harus pulang”, kata Keiichi. “Bagaimana kalau kita mengambil jalan putar?”, ajak Rena.

Rena tampak gembira karena sudah lama ia tidak melewati jalan itu yang ternyata melewati tempat pembuangan barang bekas. Baginya itu seperti gundukan harta karun. Rena berjalan ke gundukan tersebut sedangkan Keiichi menuggu sambil tidur-tiduran di tepi jalan. Tiba-tiba Keiichi dikejutkan oleh seorang fotografer yang sekonyong-konyong membidikkan kamera ke arahnya.

Fotografer tersebut memperkenalkan dirinya sebagai juru kamera freelancer yang bernama Tomitake. Kadang ia datang ke Hinamizawa dalam event tertentu. Dari kejauhan Rena memanggil, “Keiichi-kun! Maaf membuatmu menunggu, aku sudah hampir selesai.”

“Kamu bersama teman? Ngapain dia di sana?”, tanya Tomitake.

“Mana kutahu. Mungkin dia mencari potongan mayat yang dia kubur”, gurau Keiichi.

Keduanya terdiam sesaat.. lalu,

“Memang tidak mengenakkan ya kejadiannya… sepotong tangan masih belum ketemu, kan?”, tanya Tomitake.

“A, apa..?!”

Keiichi sangat terkejut mendengar hal itu.

Kemudian Tomitake mohon pamit karena di kejauhan tampak Rena sudah selesai dengan urusannya. Setelah Tomitake pergi, Keiichi masih belum tersadar dari kagetnya dengan mulut menganga tidak menghiraukan Rena yang memanggil di belakangnya. Sampai Rena muncul di depannya baru ia tersadar.

Rupanya Rena menemukan barang menarik yaitu Kenta-kun ningyo (patung kolonel KFC) yang terkubur di bawah barang-barang rongsokan. Karena hari sudah petang, Keiichi mengusulkan untuk kembali keesokan harinya. Rena begitu gembira karena dengan bantuan Keiichi ia bisa membawa pulang Kenta-kun.

“Apa di sini pernah terjadi sesuatu, dulu?”, tanya Keiichi tiba-tiba.

“Oh, sepertinya dulu pernah ada rencana pembangunan dam. Tapi kurang tahu juga sih”, dengan ragu Rena menjawab.

“Pembangunan dam..? Apa mungkin sesuatu pernah terjadi selama pembangunan? Seperti kecelakaan atau pembunuhan?”

“Tidak tahu”, secepatnya Rena menjawab dengan nada dingin.

“Eh..?”

“Aku tinggal di tempat lain sampai tahun lalu”, jelas Rena.

“Jadi kamu juga murid pindahan? Kukira…”

“Karena itu aku kurang tahu tentang kejadian itu. Sorry..”, potong Rena sambil membalik badan membelakangi Keiichi.

“Oh begitu”, sahut Keiichi.

Keesokan harinya sepulang sekolah Keiichi bertanya pada Mion yang kebetulan menemaninya.

“Di sana, di tempat pembangunan dam, dulu pernah terjadi sesuatu, kan?”

“Pernah”

“Tiba-tiba mereka membangun dam dan pemerintah menggusur penduduk dengan paksa”, jelas Mion.

“Dengan paksa?, tanya Keiichi bingung.

“Makanya seluruh penduduk desa melawan”

“Kalau tidak desa ini sudah dibawah air…”, Mion terus menjelaskan tentang kejadian itu untuk beberapa saat lalu Keiichi bertanya,

“Apa tidak ada tindak kekerasan atau semacamnya? Seperti korban luka-luka atau korban jiwa?” Mion berhenti dan terdiam lalu berkata dingin, “tidak ada”. Lalu mereka berpamitan dan Keiichi pergi ke tempat pembuangan barang bekas untuk membantu Rena.

Tidak semudah yang diduga, ternyata Kenta-kun tertimbun cukup dalam di antara balok-balok kayu. “Sepertinya kita butuh kapak atau gergaji”, kata Keiichi.

“Tunggu sebentar, oke?!”, kata Rena bersemangat seraya meninggalkan Keiichi untuk mengambil sesuatu. Sementara itu Keiichi berjalan-jalan di sekitar situ dan melihat tumpukan koran dan majalah bekas. Ia jongkok lalu membalik-balik halaman sebuah majalah sambil teringat perkataan Tomitake “Sepotong tangan masih belum ketemu, kan?”. Tiba-tiba matanya tertegun pada sebuah berita yang berisi

“Di dam Hinamizawa, sebuah tragedi terjadi… Pembunuhan main hakim sendiri, badan terpotong-potong… Tanpa ampun korban dibantai oleh tersangka dengan kapak dan beliung. Selain itu, sebuah kapak digunakan untuk memotong korban hingga 6 bagian: kepala, kedua lengan, kedua kaki, dan batang tubuh. Salah satu pembunuh melarikan diri dan masih dicari.”

Keiichi menjadi ketakutan, ia teringat Rena dan Mion mengatakan tidak pernah terjadi apa-apa. Sekarang ia yakin bahwa pembunuhan tersebut memang pernah terjadi. Di belakangnya, dengan kapak di tangan, Rena berjalan mendekati Keiichi dengan senyuman menyeramkan…

Apa yang akan terjadi pada Keiichi? Apa yang sebenarnya terjadi di desa itu? Apa hubungan Rena, Mion, Rika, dan Satoko dengan pembunuhan 5 tahun lalu? Lalu siapakah dalang dbalik semua keanehan ini?

Dikutip dari Wikipedia

The Suspect

cast_ph1

Keiichi Maebara (Goki Maeda)

cast_ph3

Rena Ryuugu (Airi Matsuyama)

cast_ph2

Mion Sonozaki (Rin Asuka)

cast_ph5

Satoko Houjou (Erena Ono)

cast_ph4

Rika Furude (Aika)