Shinobi

Film ini merupakan film lama, tetapi L baru nontonnya baru-baru ini. Dulu film ini sempat booming di Jepang. Tetapi tidak begitu booming di Indonesia, mengingat dominasi film Asia biasanya oleh film Korea. Film ini layak untuk ditonton sebenarnya, dari segi cerita film ini memiliki cerita berkualitas. Film ini termasuk genre action, tetapi sangat sedikit sekali adegan fighting yang ditampilkan, tetapi visual effect yang ditampilkan dalam film ini tak kalah hebat dengan milik Holywood, sehingga bisa mengimbangi kurangnya adegan fighting. Yang membuat cerita ini terasa menarik adalah cerita ini mengangkat sejarah Jepang yang identik dengan ninja (Jepang mengenalnya dengan nama Shinobi), biasanya kita lihat ninja hanya dalam kartun saja, tetapi kali ini kita melihat versi manusianya. Jurus ninja yang ditampilkan pun lumayan menjurus ke arah hal yang realistis, berbeda dengan anime apabila berbicara mengenai jurus-jurus ninjanya.

Cerita ini berlatarkan tahun 1614 tahun Jepang (tahun 1574 Masehi). Saat itu kekuasaan Jepang berada dalam kepemimpinan Shogun Ieyasu Tokugawa. Atas saran penasehat Kerajaan, Nankobo Tenkai, Ieyashu Tokugawa meminta Hanzo Hattori III untuk memanggil pemimpin dua klan Ninja yang berperang dingin semenjak 400 ratus tahun lalu yaitu Koga Manjidani (Desa Manjidani) dan Ogen (Desa Tsubagakure). Mereka diperintahkan untuk mengakhiri perang dingin, tetapi sebelum itu mereka diharuskan mengirim lima prajurit Ninja andalan dari desa masing-masing untuk bertarung, karena keputusan Klan Ninja mana yang menang akan menentukan siapakah dari dua keturunan Ieyashu Tokugawa yang akan menggantikan ayahnya memimpin Kerajaan. Tanpa kedua pemimpin Klan Ninja ketahui, cucu mereka yang nantinya akan memimpin Ninja dari desanya masing-masing merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai.

Iga Tsubagakure

Oboro

Cucu dari Ogen (pemimpin Desa Tsubagakure) yang sangat berhati lembut dan sangat asing dengan pertarungan Ninja. Dia jatuh cinta kepada cucu dari pemimpin Desa Manjidani, semenjak pertemuannya pertamanya di sekitar air terjun. Hal yang paling ditakutinya adalah kondisi dimana kedua desa harus berperang dan dia harus kehilangan orang yang disayanginya.

Yakushiji Tenjen

Sesepuh Ninja di desa Tsubagakure. Umurnya diceritakan sudah berusia 300 tahun. Dia selalu menegaskan kepada Oboro bahwa dunia Ninja itu tidak akan selalu berjalan dengan damai, selama ada Ninja, maka perang tidak bisa dihindarkan diantara kedua belah pihak.

Yashamaru

Ninja ini terbilang ninja yang pendiam, tetapi dia bukan ninja sembarangan. Dia memiliki senjata tali tipis yang tajam dan panjang yang dia sembunyikan di bawah lengan bajunya.

Mino Nenki

Ninja ini mirip dengan binatang buas. Dia mencari musuh dengan mencium baunya, senjata yang dimilikinya mirip senjata Wolverine di film X-Men.

Hotarubi

Gadis lugu ini sangat mengagumi sosok Oboro, karena dia tidak  punya keluarga ataupun sanak saudara, dia menganggap Oboro sebagai kakaknya. Nyawanya rela dia korbankan untuk melindungi Oboro.

Koga Manjidani

Koga Genosuke

Cucu dari Ogen (pemimpin Desa Manjidani). Karena tidak setuju dengan permintaan agar melawan Klan Ninja Iga dari Tsubagakure, Gennosuke membawa empat Ninja lainnya pergi ke Kastil Sumpu untuk bertemu langsung dengan Ieyashu Tokugawa. Dia ingin mengetahui maksud sebenarnya dari perang kedua desa ini.

Muroga Hyoma

Ninja ini selalu menutup matanya. Dia memiliki kemampuan cenayang atau meramal. Dia kadang merasakan indra keenam kalo ada bahaya ada di sekitarnya.

Chikuma Koshiro

Ninja ini sangat memegang prinsip teguh bahwa hidupnya hanya untuk bertarung. Jadi saat Gennosuke lebih mengutamakan pergi ke kastil Sumpu untuk menemui Ieyashu daripada berperang dengan Tsubagakure, dia merupakan ninja yang paling keras menolak hal tersebut.

Kagero

Wanita ini merupakan wanita yang memakan racun seumur hidupnya, jadi walau terlihat lemah jangan menganggap entang kemampuannya.

Kisaragi Saemon

Ninja ini selalu berpakaian yang terlihat ribet, tetapi justru dia memiliki kemampuan hebat yang bisa membuat lawannya terkecoh.

Overall, film ini layak ditonton dah, mungkin akan agak susah mencari kaset filmya. Tapi download juga bisa kok, kalo niat. Pokoknya bukan film abal-abal, karena memang ceritanya sendiri merupakan cerita berkualitas dengan skenarionya. Selain itu, Anda bisa melihat film Ninja khas Jepang yang jarang ada di pasaran film-film yang biasanya kita tonton.

Iklan

2 Komentar

  1. Ceritanya kayak Romeo dan Juliet. Wkwkwkwkw….

    • that’s right, ini Rome and Juliet versi Jepang


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s