Battle Royale

Setelah L melihat  film Hunger Games, L merasa kalau film ini sangat mirip dengan film jadul Jepang ditahun 2000, filmnya berjudul Battle Royale. Film ini merupakan Film kontroversial di tahun 2000, karena konsep filmnya yang pada saat itu terlalu ektremis dan terlihat tidak bermoral. Battle Royale bercerita tentang sekumpulan satu kelas anak SMA yang dijebak di suatu pulau dan diharuskan membunuh satu sama lain agar bisa bertahan hidup. Pada saat itu film ini banyak dicegat peredarannya karena tema sadis yang diusungnya sekaligus juga perdebatan bahwa pemerannya masih dari kalangan remaja, yang dikhawatirkan menanamkan pengaruh buruk kepada anak-anak muda Jepang. Walaupun Film ini dikekang di negaranya, para pengamat film luar negeri memuji kulitas film Battle Royale, di kancah luar negeri Battle Royale mendapat banyak penghargaan sebagai film Asing terbaik, disejajarkan dengan film dari Hongkong Crouching Tiger Hidden Dragon. Bahkan sutradara terkenal Queentin Tarantino sangat takjub dengan film ini, sehingga meminta beberapa pemain Battle Royale untuk bermain dalam fimnya yaitu Kill Bill. Bagi dulu yang suka nonton Benteng Takeshi, kalian akan melihat Kaisar Takeshi (KItano Takeshi) berakting di Film ini.

Baca lebih lanjut

Yamato Nadeshiko Sichi Henge

Kisah tentang itik buruk rupa menjadi burung yang cantik banyak menginspirasi kisah cinta seorang gadis jelek. Misalkan, film Hollywood kita bisa liat contoh Miss Congeniality yang menceritakan kisah polisi wanita yang jelek dari kecil untuk mengikuti Kontes Kecantikan Miss USA demi menyelidiki ancaman pengeboman. Kemudian di telenovela juga ada kisah Betty La Fea yang menceritakan perjalanan komedi romatis sekretaris di perusahaan mode Amerika Selatan. Jepang pun tidak ketinggalan, tapi Jepang mengambil sisi yang menarik. Kali ini si “Itik Buruk Rupa” tidak digambarkan dengan wanita yang jelek, tetapi wanita dengan penampilan dan kelakuan horror, membuat orang yang didekatnya merasakan bulu keteknya bediri.

Dalam rumah kos-kosan megah di pelosok Tokyo Jepang, tinggalah empat Pemuda Keren yaitu  Takano Kyohei, Toyama Yukinojo, Oda Takenaga, Morii Ranmaru. Mereka hidup bersama dengan bahagia disana. Mereka diurus oleh anak pemilik rumah kos-kosan itu yang baru berumur 5 tahun bernama Takeru (menobatkan dirinya sendiri sebagai manager kosan). Sementara pemilik kosannya adalah ibu-ibu paruh baya yang jarang ada di rumah kos-kosan, karena hobinya keliling dunia mencari suami baru (Suami terdahulunya sudah meninggal). Kedamaian mereka tidak berlangsung selamanya. Pada suatu malam, tiba-tiba lampu rumah mati, bulan ditutupi awan kelam, guntur menggelegar di langit, seiring fenomena alam yang lebay itu, munculah seorang wanita berjubah hitam, mengetuk pintu depan, membuat seluruh penghuni ketakutan. Siapakah Hantu ini? Ternyata pembaca ….dia bukan lah hantu, melainkan housekeeper baru, yang ternyata adalah keponakan ibu kosan dan namanya adalah Sunako (nyerempet ke nama Sadako, ikon horror yang popular di Jepang). Menurut pesan dari Ibu kosan, mulai saat itu urusan rumah tangga rumah akan diurus Sunako, dan tidak hanya, itu ibu kosan berpesan kepada empat pemuda itu untuk mengubah Sunako menjadi seorang wanita yang anggun bak seorang Putri (intinya mengubah Penyihir menjadi Putri Salju). Apabila terlaksana dengan baik, maka mereka dibebaskan dari bayar uang kos selama di situ, bila tidak harga kosan akan dari menjadi berkali-kali lipat.

Baca lebih lanjut

Higurashi no Naku Koro ni

intro1

Pada bulan Juni tahun 1983, terjadilah suatu peristiwa mengenaskan. Di sebuah kamar dalam kegelapan malam, seorang pemuda dengan tongkat baseball menghajar dua perempuan berseragam sekolah sampai mati. Tongkat tersebut dihantamkannya dengan sekuat tenaga berkali-kali ke kepala, tangan, dan kaki korban hingga bersimbah darah dan meremukkan tulang mereka. Selesai dengan korbannya, dengan napas terengah-engah, ia berdiri dengan wajah seram seperti kesetanan.

Di pagi hari yang cerah Maebara Keiichi bangun dari tidurnya dan bersiap-siap ke sekolah. Keluar dari rumah ia bertemu dengan Ryuuguu Rena yang tampaknya selalu menunggu Keiichi setiap pagi. Rena terlihat sangat manis dengan seragamnya. Kemudian Keiichi bercerita bahwa ia baru pindah ke desa itu yang bernama Hinamizawa sebulan yang lalu.

Dalam perjalanan menuju ke sekolah, bertemulah mereka dengan Sonozaki Mion. Mion tampak tomboi dan kasar. Rupanya Mion adalah kakak kelas Keiichi dan Rena. Sesampainya di sekolah mereka belajar dalam satu kelas. Karena letaknya di desa terpencil, sekolah tersebut hanya memiliki satu kelas dengan satu guru yang mengajar murid dari kelas 1 SD hingga kelas 6 SD.

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Rena dan Mion mengajak Keiichi untuk berjalan-jalan di sekitar desa tersebut besok. Mereka ingin memperkenalkan lingkungan di sekitar desa tersebut. Keesokan harinya mereka pergi ke kuil dan berpiknik di halamannya.

Lalu datang dua anak dari kelasnya yang bernama Furude Rika dan Hokujo Satoko. Dilihat dari fisiknya, mereka sepertinya adik kelas Mion, Rena dan Keiichi. Selesai jalan-jalan hari sudah senja, mereka semua berpisah. “Sayang sekali sudah harus pulang”, kata Keiichi. “Bagaimana kalau kita mengambil jalan putar?”, ajak Rena.

Rena tampak gembira karena sudah lama ia tidak melewati jalan itu yang ternyata melewati tempat pembuangan barang bekas. Baginya itu seperti gundukan harta karun. Rena berjalan ke gundukan tersebut sedangkan Keiichi menuggu sambil tidur-tiduran di tepi jalan. Tiba-tiba Keiichi dikejutkan oleh seorang fotografer yang sekonyong-konyong membidikkan kamera ke arahnya.

Fotografer tersebut memperkenalkan dirinya sebagai juru kamera freelancer yang bernama Tomitake. Kadang ia datang ke Hinamizawa dalam event tertentu. Dari kejauhan Rena memanggil, “Keiichi-kun! Maaf membuatmu menunggu, aku sudah hampir selesai.”

“Kamu bersama teman? Ngapain dia di sana?”, tanya Tomitake.

“Mana kutahu. Mungkin dia mencari potongan mayat yang dia kubur”, gurau Keiichi.

Keduanya terdiam sesaat.. lalu,

“Memang tidak mengenakkan ya kejadiannya… sepotong tangan masih belum ketemu, kan?”, tanya Tomitake.

“A, apa..?!”

Keiichi sangat terkejut mendengar hal itu.

Kemudian Tomitake mohon pamit karena di kejauhan tampak Rena sudah selesai dengan urusannya. Setelah Tomitake pergi, Keiichi masih belum tersadar dari kagetnya dengan mulut menganga tidak menghiraukan Rena yang memanggil di belakangnya. Sampai Rena muncul di depannya baru ia tersadar.

Rupanya Rena menemukan barang menarik yaitu Kenta-kun ningyo (patung kolonel KFC) yang terkubur di bawah barang-barang rongsokan. Karena hari sudah petang, Keiichi mengusulkan untuk kembali keesokan harinya. Rena begitu gembira karena dengan bantuan Keiichi ia bisa membawa pulang Kenta-kun.

“Apa di sini pernah terjadi sesuatu, dulu?”, tanya Keiichi tiba-tiba.

“Oh, sepertinya dulu pernah ada rencana pembangunan dam. Tapi kurang tahu juga sih”, dengan ragu Rena menjawab.

“Pembangunan dam..? Apa mungkin sesuatu pernah terjadi selama pembangunan? Seperti kecelakaan atau pembunuhan?”

“Tidak tahu”, secepatnya Rena menjawab dengan nada dingin.

“Eh..?”

“Aku tinggal di tempat lain sampai tahun lalu”, jelas Rena.

“Jadi kamu juga murid pindahan? Kukira…”

“Karena itu aku kurang tahu tentang kejadian itu. Sorry..”, potong Rena sambil membalik badan membelakangi Keiichi.

“Oh begitu”, sahut Keiichi.

Keesokan harinya sepulang sekolah Keiichi bertanya pada Mion yang kebetulan menemaninya.

“Di sana, di tempat pembangunan dam, dulu pernah terjadi sesuatu, kan?”

“Pernah”

“Tiba-tiba mereka membangun dam dan pemerintah menggusur penduduk dengan paksa”, jelas Mion.

“Dengan paksa?, tanya Keiichi bingung.

“Makanya seluruh penduduk desa melawan”

“Kalau tidak desa ini sudah dibawah air…”, Mion terus menjelaskan tentang kejadian itu untuk beberapa saat lalu Keiichi bertanya,

“Apa tidak ada tindak kekerasan atau semacamnya? Seperti korban luka-luka atau korban jiwa?” Mion berhenti dan terdiam lalu berkata dingin, “tidak ada”. Lalu mereka berpamitan dan Keiichi pergi ke tempat pembuangan barang bekas untuk membantu Rena.

Tidak semudah yang diduga, ternyata Kenta-kun tertimbun cukup dalam di antara balok-balok kayu. “Sepertinya kita butuh kapak atau gergaji”, kata Keiichi.

“Tunggu sebentar, oke?!”, kata Rena bersemangat seraya meninggalkan Keiichi untuk mengambil sesuatu. Sementara itu Keiichi berjalan-jalan di sekitar situ dan melihat tumpukan koran dan majalah bekas. Ia jongkok lalu membalik-balik halaman sebuah majalah sambil teringat perkataan Tomitake “Sepotong tangan masih belum ketemu, kan?”. Tiba-tiba matanya tertegun pada sebuah berita yang berisi

“Di dam Hinamizawa, sebuah tragedi terjadi… Pembunuhan main hakim sendiri, badan terpotong-potong… Tanpa ampun korban dibantai oleh tersangka dengan kapak dan beliung. Selain itu, sebuah kapak digunakan untuk memotong korban hingga 6 bagian: kepala, kedua lengan, kedua kaki, dan batang tubuh. Salah satu pembunuh melarikan diri dan masih dicari.”

Keiichi menjadi ketakutan, ia teringat Rena dan Mion mengatakan tidak pernah terjadi apa-apa. Sekarang ia yakin bahwa pembunuhan tersebut memang pernah terjadi. Di belakangnya, dengan kapak di tangan, Rena berjalan mendekati Keiichi dengan senyuman menyeramkan…

Apa yang akan terjadi pada Keiichi? Apa yang sebenarnya terjadi di desa itu? Apa hubungan Rena, Mion, Rika, dan Satoko dengan pembunuhan 5 tahun lalu? Lalu siapakah dalang dbalik semua keanehan ini?

Dikutip dari Wikipedia

The Suspect

cast_ph1

Keiichi Maebara (Goki Maeda)

cast_ph3

Rena Ryuugu (Airi Matsuyama)

cast_ph2

Mion Sonozaki (Rin Asuka)

cast_ph5

Satoko Houjou (Erena Ono)

cast_ph4

Rika Furude (Aika)

Hana Yori Dango

Hana Yori Dango

Hana Yori Dango

Kalian pasti tahu dunk serial Asia yang dibuat oleh 3 negara (satu negara lagi yaitu China Bakal menyusul) dan bercerita tentang kehidupan seorang cewek miskin yang bertemu dengan 4 orang cowok ganteng dan kaya. Yuph, serial dengan berbagai judul ini Meteor Garden (Taiwan), Boys Over Flowers (Jepang) dan Boys Before Flower (Korea) kini booming di kalangan cewek. Musti kalian tahu ide cerita ini hampir sama, dan kalian juga mungkin bertanya-tanya darimana asal mula ide cerita ini.

Hana Yori Dango

Cerita ini berasal dari komik karangan Yoko Kamio berjudul Hana Yori Dango (花より男子). Dan diterbitkan di majalah Margaret (majalah dwi mingguan). Komiknya sendiri digambar dari Oktober 1992 sampai September 2003 (Bayangin hampir sepuluh tahun). Tahun 1996 komiknya mendapatkan Shogakukan Manga Award untuk kategori shoujo. Komik ini pun adalah komik terlaris sepanjang sejarah Jepang yang tercatat (terjual 54 juta kopi).

Plot dan Latar

Mari kita review plot yang ada di 3 serial berbeda dari masing-masing negara bila dibandingkan dengan versi asal:

Meteor Garden: Latar Meteor Garden lebih berpusat di tempat kuliah sementara di komik latarnya adalah SMA. Disini Shan cai adalah anak tunggal tetapi di komik dia memiliki adik laki-laki. Endingnya pun berbeda dengan versi komik. Terbagi menjadi 2 season

Boys Over Flower: Latar dan plot serial ini paling mirip dengan versi yang asli. Terus Gaya ala bangsawan barat para F4 terlihat jelas disini seperti komiknya. Tetapi ceritanya cenderung disingkat kalau tidak salah hanya 9 episode untuk season 1 dan 11 episode untuk season 2, dan tahun kemarin ada season finalnya.

Boys Before Flower: Latarnya memadukan SMA dan tempat kuliah. Episodenya juga lebih panjang dan ceritanya banyak mengalami banyak modifikasi seperti tidak diceritakannya keluarga Woobin (Akira di manga). Kemudian kisah percintaan Yi Jung and Ga Eul (Sojirou dan Yuki di manga) banyak diexpose disini. Tokoh Ji Hoo disini (Rui di manga) agak aktif berbeda dengan komik yang sifatnya pendiam abis. Kemudian cara masuknya Jan Di ke sekolahnya lebih menggunakan koneksi (Tidak diutamakan tes).

Baca lebih lanjut

Densha Otoko

densha-otoko

Densha otoko kini sedang populer. Kisah cinta nyata yang dikisahkan dalam sebuah forum diskusi para otaku di 2Channel ini kini diangkat menjadi sebuah Dorama yang fenomenal dan inspiratif. Disini si Tokoh dikisahkan memiliki nama Samaran yaitu Densha Otoko (manusia kereta Api) dan nama kekasihnya diberi nama samaran Hermes. Dalam beberapa Komunitas forum ada kebolehan secara tidak tertulis untuk memakai nama samaran. Kisah cinta mereka dimulai saat pertemuan di sebuah Kereta Api.

Plot

Yamada bertemu dengan Saori dalam sebuah kereta Ap. Saat itu dengan rasa takut yang sangat Yamada menolong Saori dari gangguan preman yang sedang mabuk. Karena erasa tertolong saori ternyata meminta alamat Yamada dan berjanji akan mengiriminya hadiah. Waktu berlalu kiriman Paket berupa gelas kopi merek “Hermes” datang atas nama pengirim Saori untuk Yamada. Yamada pun curhat tentang itu di sebuah forum para otaku di 2channel. Dia memakai nama Samaran Train man (Traim Man=Densha Otoko) dan memanggil Saori dengan nama samaran Hermes.

Respon dari anggota forum yang lain adalah menyuruh Train Man untuk lebih dekat dengan Hermes. Train Man menolak mentah-mentah, walapun dia mulai merasa tertarik dengan Hermes, dia beralasan dirinya yang Otaku tidak pantas dekat dengan hermes, seoang cewek mapan dan cantik. Tetapi karena desakan dari teman-temanya dari foruk 2channel, maka Train Man memeberanikan menelepon saori untuk undangan makan mala sebgaia ucapan terima kasih.

Tanpa Train Man duga Saori menyetejuinya, mengingat ini pengalaman pertama train man mengajak wanita untuk jalan-jalan keluar maka berbekal saran dari teman-temannya di dunia forul diskusi intrnet dia mengubah hidupnya untuk menjalin cinta dengan wanita yang dia sukai, Hermes.

Baca lebih lanjut

Gibhatora

posterqbsnw72

Shibata Taketora (Koike Teppei) adalah seorang polisi muda bertubuh mungil yang sering sekali disangka anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Oleh karena badannya yang kecil, tidak jarang ia menerima ejekan atau olok-olok dari orang-orang. Walau badannya kecil dan mungil seperti itu, namun ia sangat mahir bela diri Kendo dan seorang polisi yang bisa diandalkan. Ditambah lagi, karena sebuah insiden yang merenggut nyawa Ayahnya, Shibata mempunyai sebuah kemampuan, yaitu bisa melihat tangan-tangan tak terlihat yang mengelilingi seseorang, yang menandakan orang itu akan segera dijemput maut. Jika ia melihatnya, Shibata tak bisa tinggal diam dan terus berusaha agar orang itu luput dari kematian.

Baca lebih lanjut

Nodame Cantabile goes to Europe

WELCOME IN PARIS

WELCOME IN PARIS

Di bulan Januari tahun lalu telah dirilis sebuah Drama Jepang (Dorama) yang cukup sensasional setelah menyusul versi serialnya yang booming kala itu. Dorama berjudul Nodame Cantabile yang di tayangkan di Fuji TV ini terbagi menjadi dua episode spesial (mirip dengan Gakousen Spesial yang menyusul versi Gakousen serialnya). Genre Dorama ini adalah komedi romantis berlatarkan dunia musik. Awal dari kisah ini dapat disaksikan melalui serialnya sebelum Dorama terbaru ini (bagi yang belum menonton serialnya tak usah khawatir, karena ceritanya mudah dimengerti walaupun tidak menonton versi serialnya, saya pun lebih dulu menonton edisi spesialnya daripada serialnya).

Baca lebih lanjut